Selasa, 11 Juni 2024

RESENSI M. HUSSIN

 

LAUT BERCERITA

 



Oleh: M. Husin

 

 Judul: Laut Bercerita

 Penulis: Leila S. Chudori

 Penerbit: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)

 Tahun Terbit: 2017

 Jumlah Halaman: 379 halaman

 

 Sinopsis:

"Laut Bercerita" adalah sebuah novel yang mengisahkan perjuangan aktivis mahasiswa dalam melawan rezim Orde Baru di Indonesia pada akhir 1990an. Kisah ini diceritakan melalui sudut pandang Biru Laut, seorang mahasiswa Sastra Inggris di Universitas Gadjah Mada, yang tergabung dalam gerakan prodemokrasi. Melalui peristiwaperistiwa tragis dan penuh ketegangan, Laut dan temantemannya harus menghadapi penindasan, penangkapan, dan penyiksaan oleh aparat pemerintah. Narasi juga bergeser ke sudut pandang Asmara Jati, adik Laut, yang menggambarkan dampak kehilangan dan pencarian keadilan atas hilangnya Laut.

 

 Tema dan Pesan:

Tema utama dalam "Laut Bercerita" adalah perjuangan untuk kebebasan dan keadilan. Novel ini mengeksplorasi keberanian, pengorbanan, dan solidaritas dalam melawan tirani. Tema lainnya adalah kehilangan dan trauma, yang digambarkan melalui penderitaan keluarga korban penculikan dan penghilangan paksa.

 

Pesan yang disampaikan adalah pentingnya mengenang sejarah kelam untuk mencegah terulangnya tragedi serupa dan pentingnya terus memperjuangkan keadilan dan kebenaran. Novel ini juga mengingatkan kita tentang harga yang harus dibayar demi demokrasi dan kebebasan.

 

 Karakter dan Pengembangan:

 Biru Laut: Karakter utama yang digambarkan dengan sangat hidup. Laut adalah mahasiswa idealis yang penuh semangat dan berani dalam memperjuangkan kebebasan. Pengalaman, pemikiran, dan ketakutannya diceritakan dengan sangat detail, membuat pembaca merasakan penderitaan dan semangatnya.

 Asmara Jati: Adik Laut yang menggambarkan sisi lain dari cerita, yaitu dampak kehilangan pada keluarga. Asmara adalah karakter yang kuat dan penuh harapan, meskipun harus menghadapi kenyataan pahit tentang nasib kakaknya.

 Kawankawan Laut: Karakterkarakter pendukung yang masingmasing memiliki latar belakang dan motivasi yang memperkaya cerita, menggambarkan solidaritas dan keberanian kolektif dalam perjuangan mereka.

 

 Gaya Penulisan:

Leila S. Chudori menggunakan gaya penulisan yang kaya dan puitis, dengan deskripsi yang mendetail dan emosional. Penggunaan narasi ganda dari perspektif Laut dan Asmara memberikan kedalaman pada cerita, membuat pembaca merasakan kedua sisi dari perjuangan dan kehilangan. Alur cerita yang maju mundur juga memberikan efek suspense dan memperkuat narasi.

 

 Kekuatan:

 Narasi yang Kuat dan Emosional: Cerita diceritakan dengan sangat emosional dan mendalam, membuat pembaca merasakan setiap penderitaan dan harapan dari karakterkarakter.

 Penggambaran Sejarah yang Detail: Novel ini memberikan gambaran yang sangat detail dan realistis tentang situasi politik dan sosial pada masa Orde Baru di Indonesia.

 Karakter yang Hidup dan Kompleks: Setiap karakter digambarkan dengan detail, memiliki latar belakang dan perkembangan yang kuat, membuat mereka sangat hidup dan relatable.

 

 Kelemahan:

 Deskripsi yang Mendetail: Meskipun deskripsi yang mendetail adalah kekuatan, bagi beberapa pembaca, ini mungkin terasa terlalu berlebihan dan memperlambat tempo cerita.

 Tema yang Berat: Tema kekerasan dan penindasan yang digambarkan dengan sangat realistis bisa jadi berat bagi sebagian pembaca.

 

 Kesimpulan:

"Laut Bercerita" adalah sebuah novel yang luar biasa, menggabungkan narasi yang kuat dengan sejarah yang mendalam. Leila S. Chudori berhasil menggambarkan perjuangan dan penderitaan para aktivis mahasiswa dengan sangat realistis dan emosional. Novel ini tidak hanya menawarkan cerita yang menarik, tetapi juga memberikan wawasan yang mendalam tentang perjuangan untuk kebebasan dan keadilan di Indonesia. Bagi mereka yang tertarik pada sejarah dan kisahkisah perjuangan, "Laut Bercerita" adalah bacaan yang sangat direkomendasikan.

RESENSI SEPTI ALYA U

 

Resensi Novel






 

Judul Buku : septihan

Penulis :popyy pertiwi

Penerbit : coconut books

Tahun Terbit :2020

Jumlah halaman : 436 halaman

                                                                                                                                                                 

            Novel Septihan bercerita tentang kisah asmara dan persahabatan di kalangan sekolah SMA. Septian sebagai tokoh utama merupakan murid yang paling pintar di SMA Ganesha. Tetapi, ia memiliki kepribadian yang dingin dan pendiam. Tidak hanya  itu, Septian juga golongan bendahara dari geng nakal bernama Ravispa. Kemudian ada tokoh lain bernama Jihan yang sangat ekspresif dan aktif.  tipikal perempuan keras kepala.Dari usahanya yang selalu mengejar cinta Septian hingga tiga tahun lamanya.

 Novel Septihan bercerita tentang usaha tokoh Jihan yang aktif dan ekspresif untuk mendapatkan hatinya Septian yang dikenal super duper cool, cuek, dan juga tampan. Septian yang dikejar seperti itu ia risi atau sangat mengganggu, lantas selalu berusaha menghindari Jihan.

Usaha Jihan yang tak pernah berhenti untuk mengambil hati Septian merupakan daya pikat utama dari novel ini. Adanya perbedaan sifat dan juga karakter yang dimiliki keduanya membuat pembaca merasa tertarik dan tersedot ke dalam alur cerita yang ditulis oleh Poppy Pertiwi ini.

            Kelebihan dari novel Septihan adalah cerita plot twist dan alur cerita yang menarik. Novel ini cocok dibaca oleh para remaja karena menghadirkan dialog dan percakapan yang sederhana mudah di pahami, namun tetap berkesan. Cerita interaksi antara Septain dan Jihan dapat menciptakan daya tarik  yang menggemaskan bagi siapa saja yang membaca novel ini.

            Salah satu kekurangan dari novel Septihan adalah narasi yang terlalu mendetail dan terdapat beberapa plot yang terkesan hilang. Hal inilah yang membuat pembaca mungkin merasa sedikit bosan dan capek saat membacanya dan pembaca akan merasakan kesedihan,bahagia antara kedua tokoh tersebut dan  para sahabat ( GENG RAVISPA )

            Dari novel septihan dapat kita ambil pelajarannya,dengan menghargai perjuangan seseorang dan menerima usaha orang. Serta bersyukur memiliki sahabat – sahabat yang menerima apa adanya dari harta hingga fisik mereka adalah rumah ternyaman.jujur,sabar menghadapi rintangan semua.

RESENSI M.ABDILLAH ALFANSYAH

  

Ksatria Terakhir

 

 

Nama : M. Abdillah Alfansyah

Kelas : XI IPS 2

 

Judul: Ksatria Terakhir 

Penulis: Rick Riordan

Penerbit: Bukune

Tahun Terbit: 2011

Jumlah Halaman:  256 halaman

 

 

 

 

 

Sinopsis

"Ksatria Terakhir" mengisahkan tentang petualangan seorang remaja bernama Javas yang ditakdirkan menjadi seorang ksatria dalam dunia fantasi yang penuh dengan makhluk-makhluk magis dan tantangan yang menakutkan. Javas menemukan bahwa dirinya adalah keturunan terakhir dari garis ksatria kuno yang memiliki tanggung jawab besar untuk melindungi dunia dari kekuatan jahat yang ingin menghancurkannya.

 

Alur Cerita

Cerita dimulai dengan kehidupan Javas yang biasa-biasa saja hingga ia mengetahui tentang garis keturunannya. Ia kemudian terlibat dalam perjalanan epik yang menuntutnya untuk melatih diri, menemukan artefak kuno, dan bertarung melawan musuh yang kuat. Perjalanan ini tidak hanya penuh dengan aksi, tetapi juga menghadirkan momen-momen reflektif di mana Javas harus menghadapi ketakutannya dan tumbuh menjadi seorang pemimpin sejati.

 

Karakter

Javas adalah karakter utama yang mengalami perkembangan signifikan sepanjang cerita. Dari seorang remaja yang ragu-ragu dan tidak yakin akan kemampuannya, ia berkembang menjadi seorang ksatria yang berani dan tangguh. Karakter pendukung lainnya, termasuk teman-teman dan mentor yang ditemuinya dalam perjalanan, memberikan warna dan kedalaman pada cerita.

 

Tema

Tema utama dalam novel ini adalah keberanian, tanggung jawab, dan pertumbuhan pribadi. Novel ini juga mengeksplorasi nilai-nilai persahabatan dan pengorbanan, serta pentingnya memahami dan menerima takdir seseorang.

 

Gaya Penulisan

Gaya penulisan Kakoi Jidan menggabungkan deskripsi yang hidup dengan dialog yang menarik, membuat pembaca dapat merasakan ketegangan dan emosi dari setiap adegan. Alur cerita yang cepat dan penuh aksi membuat novel ini sulit untuk diletakkan sebelum selesai dibaca.

 

Kesimpulan

"Ksatria Terakhir" adalah novel fantasi yang menarik dan menghibur, sangat cocok bagi pembaca remaja yang menyukai petualangan epik dengan unsur magis. Penerbit Bukune telah berhasil menghadirkan sebuah karya yang memikat dan menginspirasi melalui cerita yang kuat dan karakter yang berkembang.

 

Jika Anda mencari bacaan yang penuh dengan aksi, petualangan, dan perkembangan karakter yang mendalam, "Ksatria Terakhir" adalah pilihan yang sangat tepat.

 

RESENSI M.NABIL MUSTOFA

 

PULANG

 



 

Oleh: M Nabil Mustofa

 

 Judul: Pulang

 Penulis: Leila S. Chudori

 Penerbit: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)

 Tahun Terbit: 2012

 Jumlah Halaman: 464 halaman

 

 Sinopsis:

"Pulang" mengisahkan perjalanan hidup Dimas Suryo, seorang jurnalis yang terpaksa meninggalkan Indonesia setelah tragedi politik tahun 1965. Dimas dan ketiga temannya, Hananto, Nugroho, dan Risjaf, membentuk kehidupan baru di Paris, namun selalu dibayangi oleh kenangan dan kerinduan terhadap tanah air. Novel ini tidak hanya menceritakan tentang kehidupan di pengasingan, tetapi juga perjuangan Lintang, anak Dimas, dalam mencari identitas dan akar budayanya. Melalui perjalanan ini, pembaca dibawa menelusuri sejarah kelam Indonesia dan dampak dari peristiwa politik terhadap individu dan keluarga.

 

 Tema dan Pesan:

Tema utama dalam "Pulang" adalah pencarian identitas dan arti rumah. Leila S. Chudori dengan cemerlang menggabungkan sejarah dengan fiksi untuk mengeksplorasi bagaimana kejadian politik mempengaruhi kehidupan pribadi. Novel ini juga mengangkat tema tentang trauma, pengasingan, dan perjuangan untuk bertahan hidup di tempat yang asing.

 

Pesan yang disampaikan adalah pentingnya memahami sejarah dan identitas diri. Melalui perjalanan Dimas dan Lintang, pembaca diajak merenungkan bagaimana masa lalu dan asalusul mempengaruhi jati diri dan keputusan hidup seseorang.

 

 Karakter dan Pengembangan:

 Dimas Suryo: Karakter utama yang kompleks, digambarkan dengan mendalam sebagai seorang jurnalis yang idealis, tetapi harus menghadapi realitas pahit pengasingan. Kehidupannya di Paris penuh dengan nostalgia dan kerinduan yang mendalam terhadap Indonesia.

 Lintang Utara: Anak Dimas yang lahir dan besar di Paris, tetapi selalu penasaran dengan tanah air ayahnya. Lintang adalah karakter yang kuat dan bersemangat dalam mencari identitasnya, yang membawa dimensi baru pada cerita.

 Hananto, Nugroho, dan Risjaf: Temanteman Dimas yang juga diasingkan, masingmasing memiliki kisah dan latar belakang yang memperkaya narasi dan menambah kedalaman cerita.

 

 Gaya Penulisan:

Leila S. Chudori memiliki gaya penulisan yang kaya dan puitis. Deskripsinya mendetail, membuat pembaca seolaholah dapat merasakan suasana Paris dan Indonesia dalam periode yang berbeda. Penggunaan alur maju mundur juga efektif dalam membangun suspense dan memberikan perspektif yang lebih dalam tentang karakter dan peristiwa.

 

 Kekuatan:

 Penggabungan Sejarah dan Fiksi: Novel ini berhasil menggabungkan peristiwa sejarah dengan cerita fiksi secara harmonis, memberikan pembaca wawasan tentang sejarah Indonesia sambil tetap menikmati alur cerita yang menarik.

 Karakter yang Kompleks: Setiap karakter memiliki latar belakang dan motivasi yang kuat, menjadikan mereka sangat hidup dan realistis.

 Gaya Penulisan yang Indah: Penulisan Leila S. Chudori sangat memikat, dengan deskripsi yang detail dan penggunaan bahasa yang indah.

 

 Kelemahan:

 Tempo Cerita: Beberapa bagian dari novel ini mungkin terasa lambat bagi sebagian pembaca, terutama yang kurang familiar dengan konteks sejarah yang disajikan.

 Alur yang Kompleks: Penggunaan alur maju mundur bisa menjadi sedikit membingungkan jika tidak dibaca dengan seksama.

 

 Kesimpulan:

"Pulang" adalah sebuah karya sastra yang mengesankan, menawarkan lebih dari sekadar cerita fiksi. Novel ini mengajak pembaca untuk merenungkan tentang identitas, sejarah, dan arti sebuah rumah. Melalui narasi yang kuat dan karakter yang mendalam, Leila S. Chudori berhasil menciptakan sebuah cerita yang menyentuh dan reflektif. Bagi mereka yang tertarik pada sejarah dan fiksi yang mendalam, "Pulang" adalah sebuah bacaan yang sangat direkomendasikan.

RESENSI ZAKI MOCHAMMAD ARINAL CHAQ

 

The Chronicles of Ghazi

 



Oleh: Zaki Muhammad Arinal Chaq

 

Penulis: Zulfikar Ghose

Penerbit: Zulfikar Ghose Publishing

Tahun Terbit: 2015

Jumlah Halaman: 300

 

 Resensi:

 

The Chronicles of Ghazi adalah novel karya Zulfikar Ghose yang mengisahkan perjalanan hidup seorang pemuda bernama Ghazi di sebuah kerajaan fiktif di Timur Tengah pada abad pertengahan. Novel ini menyuguhkan perpaduan antara sejarah, budaya, dan petualangan yang memikat.

 

 Alur Cerita:

 

Kisah bermula dengan pengenalan Ghazi, seorang pemuda biasa yang tinggal di desa kecil. Setelah serangkaian peristiwa yang menegangkan, Ghazi terpaksa meninggalkan desanya dan memulai perjalanan panjang penuh tantangan. Ia bertemu dengan berbagai tokoh penting, dari pahlawan hingga penjahat, yang membantu membentuk karakternya. Ghazi belajar tentang keberanian, pengkhianatan, dan arti sebenarnya dari kehormatan dan keadilan.

 

Karakter:

 

- Ghazi: Protagonis utama yang berkembang dari seorang pemuda lugu menjadi seorang pejuang yang tangguh.

- Sultan Al-Rashid: Penguasa bijaksana yang memberikan Ghazi kesempatan untuk membuktikan dirinya.

- Zara: Seorang perempuan pemberani yang menjadi teman setia dan pendukung Ghazi.

- Omar: Musuh bebuyutan Ghazi yang terus-menerus menghalangi jalannya.

 

 Tema dan Pesan:

 

Novel ini mengeksplorasi tema-tema seperti keberanian, persahabatan, cinta, dan pengkhianatan. Melalui perjalanan Ghazi, pembaca diajak merenungkan pentingnya ketekunan, moralitas, dan keadilan dalam menghadapi berbagai rintangan hidup.

 

 Gaya Penulisan:

 

Zulfikar Ghose menulis dengan gaya yang kaya akan deskripsi, membawa pembaca masuk ke dalam dunia fiktif yang penuh warna. Narasi yang mendetail membuat pembaca dapat merasakan setiap momen petualangan Ghazi, dari pertempuran hingga momen-momen emosional.

 

 Kelebihan:

 

1. Pembangunan Dunia: Ghose berhasil menciptakan dunia fiktif yang sangat detail dan realistis.

2. Karakter yang Kuat: Setiap karakter dalam novel ini memiliki kedalaman dan perkembangan yang jelas.

3. Alur yang Menarik: Perjalanan Ghazi penuh dengan tikungan tak terduga yang membuat pembaca terus ingin tahu apa yang terjadi selanjutnya.

 

 Kekurangan:

 

1. Pace yang Lambat: Beberapa bagian novel terasa agak lambat dan bisa membuat pembaca merasa bosan.

2. Kompleksitas Plot: Beberapa subplot terasa terlalu rumit dan mungkin sulit diikuti oleh pembaca yang tidak terbiasa dengan cerita epik.

 

 Kesimpulan:

 

The Chronicles of Ghazi adalah novel yang menarik bagi penggemar cerita petualangan dan sejarah. Dengan narasi yang kuat dan karakter yang mendalam, Zulfikar Ghose berhasil menyampaikan kisah yang menginspirasi tentang perjuangan dan kehormatan. Meskipun ada beberapa kelemahan, novel ini tetap layak dibaca bagi mereka yang menikmati cerita epik yang kaya akan detail budaya dan sejarah.

Kamis, 06 Juni 2024

RESENSI M. IAM MIRZA NUGROHO

 Resensi Novel "Laut Bercerita"

Presensi M. Iam Mirza Nugroho




Judul : “Laut Bercerita”

Pengarang: Laila S Chudori

Jumlah Halaman : 394 halaman

Penerbit: Keputusan Penerbit Gramedia (KPG)

Tahun Publikasi: 2017

Sinopsis

Laut Bercerita menceritakan terkait perilaku kekejaman dan kebengisan yang dirasakan oleh kelompok aktivis mahasiswa. Tidak hanya itu, novel ini pun merenungkan kembali akan hilangnya 13 aktivis, bahkan sampai saat ini belum juga ada yang mendapatkan petunjuknya.

Analisis

Leila S. Chudori selaku penulis novel Laut Bercerita telah berhasil menetapkan tema dalam novel ini. Tema yang diusungnya mengenai kemanusiaan pantas membuat novel ini memperoleh predikat genre historical fiction terbaik. Visualisasi karakter dan suasana dalam novel ini tampak sungguhan alias nyata. Terlebih, bagian di mana Laut beserta teman-temannya disiksa dan diperlakukan tidak manusiawi. Pilihan kata dan penggunaan bahasa terbilang mudah dipahami sebab tak ada istilah atau ungkapan asing yang menjadikan para pembaca sukar memahami isi cerita.

Kelebihan

Kelebihan Novel Laut Bercerita bersifat edukatif. Hal itu dibuktikan bahwa di dalamnya memuat pengetahuan sejarah pergerakan dalam menegakkan keadilan sosial dan asas demokrasi.

Kekurangan

Kekurangan atau kelemahan dalam novel ini, seperti alur cerita yang digunakan ialah alur campuran atau maju mundur. Apabila para pembaca yang belum terbiasa dengan alur tersebut, akan cenderung kesulitan atau bingung. Hal itu karena dibutuhkannya sikap fokus dan pemahaman secara saksama supaya dapat mengikuti alur cerita dengan baik.

RESENSI M.AFRICK NAFSAK

 

Resensi Novel: "Antara Dia, Aku, dan Mereka"

 



BY: Muhammad Africh Nafsak

 

 

Judul: Antara Dia, Aku, dan Mereka 

Penulis: Pidi Baiq 

Penerbit: Pastel Books 

Tahun Terbit: 2020 

Jumlah Halaman: 300 halaman (estimasi)

 

"Antara Dia, Aku, dan Mereka" adalah sebuah novel yang mengisahkan perjalanan hidup dan cinta seorang tokoh utama bernama Andi. Novel ini menggambarkan dinamika hubungan antara Andi dengan dua orang penting dalam hidupnya: mantan pacarnya, Dinda, dan sahabatnya, Reza. Cerita berkembang dengan latar belakang kehidupan kota besar yang penuh dengan hiruk-pikuk dan berbagai konflik sosial.

 

Cerita dimulai dengan kehidupan Andi yang tampak normal namun penuh dengan kegelisahan. Andi bekerja sebagai seorang arsitek dan hidupnya seakan berjalan tanpa tujuan setelah perpisahannya dengan Dinda. Kehadiran Reza, sahabat karibnya, menjadi satu-satunya pelipur lara bagi Andi.

Konflik mulai muncul ketika Andi bertemu kembali dengan Dinda secara tak terduga di sebuah proyek yang sedang dikerjakannya. Pertemuan ini membangkitkan kembali kenangan lama dan perasaan yang belum selesai di antara mereka. Di sisi lain, Reza yang selama ini setia mendampingi Andi ternyata menyimpan rahasia besar yang akhirnya terungkap dan mengubah seluruh dinamika persahabatan mereka.

Novel ini menyajikan tema tentang cinta, persahabatan, dan pengkhianatan. Melalui karakter-karakter yang kompleks dan realistis, Pidi Baiq mengajak pembaca merenungkan arti dari kepercayaan dan pengorbanan dalam hubungan interpersonal. Pesan moral yang kuat adalah pentingnya komunikasi dan keterbukaan dalam menjaga hubungan, serta penerimaan diri dan orang lain dengan segala kekurangan dan kelebihannya. 

Gaya penulisan Pidi Baiq dalam novel ini terasa sangat cair dan mudah dicerna. Dia berhasil menggambarkan emosi dan situasi dengan bahasa yang sederhana namun menyentuh. Dialog-dialog antar tokoh terasa natural dan mampu membawa pembaca masuk ke dalam situasi yang dialami oleh para karakter.

 

Kelebihan

Setiap tokoh dalam novel ini memiliki kedalaman karakter yang membuat mereka terasa hidup dan relatable. Alur cerita yang penuh dengan twist dan konflik membuat pembaca terus ingin mengetahui kelanjutan ceritanya .Novel ini tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan pelajaran hidup yang berharga.

 

 Kekurangan

Beberapa bagian terasa agak lambat dan bisa membuat pembaca kehilangan fokus. Ada subplot yang kurang tergarap dengan baik sehingga terasa menggantung dan kurang memuaskan.

 

Kesimpulan

"Antara Dia, Aku, dan Mereka" adalah sebuah novel yang berhasil menggambarkan kompleksitas hubungan manusia dengan segala dinamikanya. Dengan karakter yang kuat dan plot yang menarik, Pidi Baiq berhasil menyajikan sebuah cerita yang bukan hanya menghibur tetapi juga memberikan banyak pelajaran tentang kehidupan. Novel ini layak dibaca oleh siapa saja yang menyukai cerita tentang cinta dan persahabatan dengan bumbu drama yang mendalam.

 

*Rating:* 4 dari 5 bintang.

RESENSI AFIQ HUSNATU ZAHRA

 RESENSI NOVEL  Judul laut bercerita  Penulis:Kelas.chudori  “Laut Bercerita” adalah sebuah novel karya Leila S. Chudori yang diterbitkan p...