Jumat, 29 Maret 2024

ARTIKEL KHORIYAH BALQIS DAN MAULIDA NUR HANIFAH


METODE PENGARUH PEMBELAJARAN DAN KONDISI SISWA TERHADAP KEJADIAN TERTIDUR SAAT PELAJARAN DI MA ALMAARIF SINGOSARI

Oleh: Khoiriyah Balqis (12) dan Maulida Nur Hanifah (17)

 

 

Tidur adalah dasar bagi kesehatan dan perkembangan remaja, sama seperti mendapatkan nilai bagus di kelas. Namun, berdasarkan National Adolescent and Young Adult Health Information Center dilaporkan bahwa 2/3 remaja mengalami kekurangan tidur. Bagi remaja yang mengalami kekurangan tidur, kualitas tidur yang buruk dan pola tidur yang tidak teratur berkaitan dengan mengantuk ketika siang hari, suasana hati yang buruk, peningkatan penggunaan stimulan, buruknya performa di kelas, dan meningkatnya risiko cedera. Dalam hal ini, penelitian yang dilakukan oleh Khoiriyah Balqis dan Maulida Nur Hanifah, selaku bagian murid dari MA Almaarif Singosari kelas XI IPS 2, dibantu oleh Indra Nurdianto, M. Pd. sebagai pembimbing dalam pembuatan makalah akan meneliti pengaruh metode pembelajaran dari guru dan kondisi siswa dalam kegiatan belajar di MA Almaarif Singosari kelas XI IPS 2 terhadap peristiwa tertidur ketika berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.

Metode pembelajaran yang sering digunakan di sekolah, seperti ceramah dan resitasi, kurang sesuai dengan karakteristik siswa Kelas XI IPS 2. Siswa lebih menyukai tantangan dan interaksi yang lebih aktif. Oleh karena itu, perlu adanya metode pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif.

Faktor-faktor seperti waktu tidur, minat, dan latar belakang mempengaruhi konsentrasi dan motivasi belajar siswa. Siswa sering tertidur atau tidak fokus saat pelajaran karena kurangnya waktu tidur atau ketidakminatan terhadap materi pelajaran.

Apalagi mengingat bahwa berdasarkan data absensi kelas bulan Maret 2024, jumlah siswa Kelas XI IPS 2 dari pesantren berjumlah 24 dan siswa yang tinggal di rumah berjumlah 13. Jumlah siswa pesantren yang mendominasi kelas, belum menikmati sarapan saat pembelajaran awal. Sehingga, penghuni kelas tampak lesu karena didominasi oleh siswa yang belum sarapan dan kurang tidur.

Waktu tidur yang tidak teratur sangat berpengaruh dalam kegiatan belajar siswa Kelas XI IPS 2. Waktu tidur tidak teratur dapat dipengaruhi oleh kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan di pesantren pada malam hari. Selain itu, beberapa siswa Kelas XI IPS 2 mengakui sering menggunakan waktu tidur untuk melakukan hal-hal yang tidak berguna. Seperti bermain game online atau memikirkan banyak hal. Sehingga, mereka tidak dan sulit tertidur.

Hasil penelitian menemukan bahwa ketidakminatan siswa dalam pembelajaran juga menjadi penyebab tertidur dalam kelas. Banyak mata pelajaran yang berada di MA Almaarif Singosari yang tidak sesuai dan tidak menarik bagi siswa. Sedangkan, bagi siswa sendiri diharuskan untuk memahami pembelajaran yang tidak diminatinya. Oleh karena itu, beberapa siswa dari Kelas XI IPS 2 lebih memilih tidur daripada memaksakan dirinya untuk mempelajari hal yang tidak sesuai dengan minat, apalagi materi pelajarannya sulit untuk dipahami.

Pengaruh-pengaruh tersebut perlu untuk dicari metode penyelesaiannya, agar kegiatan belajar mengajar di Kelas XI IPS 2 MA Almaarif Singosari dapat berjalan dengan baik. Berikut beberapa solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran:

1.              Metode Pembelajaran yang Menarik

Guru perlu memperkenalkan metode pembelajaran yang lebih interaktif, seperti diskusi, debat, dan study tour. Metode ini akan merangsang minat, partisipasi, dan kreativitas siswa.

2.              Manajemen Waktu Tidur  

Siswa perlu memanfaatkan waktu tidur dengan baik agar lebih segar dan fokus saat belajar. Jadwal tidur yang teratur sangat penting untuk kesehatan dan daya ingat.

3.              Tujuan Belajar yang Realistis  

Siswa harus memiliki tujuan belajar yang sesuai dengan kemampuan dan minat mereka. Jangan memaksakan diri untuk melakukan hal di luar kemampuan.

4.              Perhatikan Kesejahteraan Siswa 

 Pastikan siswa mendapatkan konsumsi yang cukup sebelum masuk kelas. Energinya akan meningkat dan membantu konsentrasi belajar.

5.              Bimbingan Konseling 

Berikan bimbingan konseling bagi siswa yang menghadapi masalah, baik dari segi akademik maupun psikologis. Bimbingan ini dapat membantu siswa mengatasi masalah dan mengembangkan potensi.

Dengan mengadopsi metode pembelajaran yang lebih menarik, memperhatikan kesejahteraan siswa, dan memastikan tujuan belajar yang realistis, kita dapat membantu siswa Kelas XI IPS 2 MA Almaarif Singosari untuk mengatasi tantangan belajar dan mencapai hasil yang lebih baik.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RESENSI AFIQ HUSNATU ZAHRA

 RESENSI NOVEL  Judul laut bercerita  Penulis:Kelas.chudori  “Laut Bercerita” adalah sebuah novel karya Leila S. Chudori yang diterbitkan p...