METODE PENGARUH PEMBELAJARAN
DAN KONDISI SISWA TERHADAP KEJADIAN TERTIDUR SAAT PELAJARAN DI MA ALMAARIF
SINGOSARI
Oleh: Khoiriyah Balqis (12)
dan Maulida Nur Hanifah (17)
Tidur adalah dasar bagi kesehatan
dan perkembangan remaja, sama seperti mendapatkan nilai bagus di kelas. Namun,
berdasarkan National Adolescent and Young Adult Health Information Center
dilaporkan bahwa 2/3 remaja mengalami kekurangan tidur. Bagi remaja yang
mengalami kekurangan tidur, kualitas tidur yang buruk dan pola tidur yang tidak
teratur berkaitan dengan mengantuk ketika siang hari, suasana hati yang buruk,
peningkatan penggunaan stimulan, buruknya performa di kelas, dan meningkatnya
risiko cedera. Dalam hal ini, penelitian yang dilakukan oleh Khoiriyah Balqis dan
Maulida Nur Hanifah, selaku bagian murid dari MA Almaarif Singosari kelas XI
IPS 2, dibantu oleh Indra Nurdianto, M. Pd. sebagai pembimbing dalam pembuatan
makalah akan meneliti pengaruh metode pembelajaran dari guru dan kondisi siswa
dalam kegiatan belajar di MA Almaarif Singosari kelas XI IPS 2 terhadap
peristiwa tertidur ketika berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.
Metode pembelajaran yang sering
digunakan di sekolah, seperti ceramah dan resitasi, kurang sesuai dengan
karakteristik siswa Kelas XI IPS 2. Siswa lebih menyukai tantangan dan
interaksi yang lebih aktif. Oleh karena itu, perlu adanya metode pembelajaran yang
lebih menarik dan interaktif.
Faktor-faktor seperti waktu tidur,
minat, dan latar belakang mempengaruhi konsentrasi dan motivasi belajar siswa.
Siswa sering tertidur atau tidak fokus saat pelajaran karena kurangnya waktu
tidur atau ketidakminatan terhadap materi pelajaran.
Apalagi mengingat bahwa berdasarkan
data absensi kelas bulan Maret 2024, jumlah siswa Kelas XI IPS 2 dari pesantren
berjumlah 24 dan siswa yang tinggal di rumah berjumlah 13. Jumlah siswa
pesantren yang mendominasi kelas, belum menikmati sarapan saat pembelajaran
awal. Sehingga, penghuni kelas tampak lesu karena didominasi oleh siswa yang
belum sarapan dan kurang tidur.
Waktu tidur yang tidak teratur
sangat berpengaruh dalam kegiatan belajar siswa Kelas XI IPS 2. Waktu tidur
tidak teratur dapat dipengaruhi oleh kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan
di pesantren pada malam hari. Selain itu, beberapa siswa Kelas XI IPS 2
mengakui sering menggunakan waktu tidur untuk melakukan hal-hal yang tidak
berguna. Seperti bermain game online atau memikirkan banyak hal. Sehingga,
mereka tidak dan sulit tertidur.
Hasil penelitian menemukan bahwa
ketidakminatan siswa dalam pembelajaran juga menjadi penyebab tertidur dalam
kelas. Banyak mata pelajaran yang berada di MA Almaarif Singosari yang tidak
sesuai dan tidak menarik
bagi siswa. Sedangkan, bagi siswa sendiri diharuskan untuk memahami
pembelajaran yang tidak diminatinya. Oleh karena itu, beberapa siswa dari Kelas
XI IPS 2 lebih memilih tidur daripada memaksakan dirinya untuk mempelajari hal yang
tidak sesuai dengan minat, apalagi materi pelajarannya sulit untuk dipahami.
Pengaruh-pengaruh tersebut perlu
untuk dicari metode penyelesaiannya, agar kegiatan belajar mengajar di Kelas XI
IPS 2 MA Almaarif Singosari dapat berjalan dengan baik. Berikut beberapa solusi
untuk meningkatkan kualitas pembelajaran:
1.
Metode
Pembelajaran yang Menarik
Guru perlu
memperkenalkan metode pembelajaran yang lebih interaktif, seperti diskusi,
debat, dan study tour. Metode ini akan merangsang minat, partisipasi, dan
kreativitas siswa.
2.
Manajemen
Waktu Tidur
Siswa perlu
memanfaatkan waktu tidur dengan baik agar lebih segar dan fokus saat belajar.
Jadwal tidur yang teratur sangat penting untuk kesehatan dan daya ingat.
3.
Tujuan
Belajar yang Realistis
Siswa harus
memiliki tujuan belajar yang sesuai dengan kemampuan dan minat mereka. Jangan memaksakan
diri untuk melakukan hal di luar kemampuan.
4.
Perhatikan
Kesejahteraan Siswa
Pastikan siswa mendapatkan konsumsi yang cukup
sebelum masuk kelas. Energinya akan meningkat dan membantu konsentrasi belajar.
5.
Bimbingan
Konseling
Berikan
bimbingan konseling bagi siswa yang menghadapi masalah, baik dari segi akademik
maupun psikologis. Bimbingan ini dapat membantu siswa mengatasi masalah dan
mengembangkan potensi.
Dengan mengadopsi metode
pembelajaran yang lebih menarik, memperhatikan kesejahteraan siswa, dan
memastikan tujuan belajar yang realistis, kita dapat membantu siswa Kelas XI
IPS 2 MA Almaarif Singosari untuk mengatasi tantangan belajar dan mencapai
hasil yang lebih baik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar