Sabtu, 30 Maret 2024

ARTIKEL MUHAMMAD ZAENAL ALI DAN NAILA ROSIDAH

 

OPTIMALISASI SARANA DAN PRASARANA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI MA ALMAARIF SINGOSARI

 

Oleh: Muhammad Zaenal Ali (22) Naila Rosidah (25)

 

Sarana dan prasarana dalam konteks pendidikan menjadi aspek vital yang mendukung efektivitas dan efisiensi proses belajar-mengajar. Sarana meliputi segala bentuk fasilitas fisik seperti ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, serta fasilitas olahraga dan seni. Sementara itu, prasarana mencakup infrastruktur pendukung seperti jaringan internet, listrik, air bersih, dan fasilitas sanitasi.

Ketersediaan dan kualitas sarana dan prasarana pendidikan memiliki dampak yang signifikan terhadap pencapaian tujuan pembelajaran dan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Lingkungan belajar yang kondusif dan teratur memungkinkan siswa dan pendidik untuk berinteraksi dan belajar dengan lebih efektif. Selain itu, sarana dan prasarana yang memadai juga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, kreativitas, dan partisipasi dalam kegiatan pembelajaran.

Namun, tidak jarang masih terjadi ketidakseimbangan dalam ketersediaan sarana dan prasarana antara satu institusi pendidikan dengan lainnya. Faktor-faktor seperti perbedaan tingkat pendanaan, lokasi geografis, dan prioritas pengelolaan dapat memengaruhi kualitas sarana dan prasarana tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan secara berkala guna memastikan bahwa sarana dan prasarana pendidikan dapat memenuhi kebutuhan dan standar yang ditetapkan.

Dalam konteks MA Almaarif Singosari, pemahaman yang mendalam tentang kondisi sarana dan prasarana menjadi penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan memperhatikan latar belakang ini, analisis yang komprehensif terhadap ketersediaan serta kecukupan sarana dan prasarana di sekolah tersebut akan membantu dalam mengidentifikasi area-area yang perlu ditingkatkan atau diperbaiki guna mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik.

Melalui perbaikan dan pengembangan sarana dan prasarana yang tepat, MA Almaarif Singosari dapat memberikan lingkungan belajar yang optimal bagi siswa dan pendidik, serta mendorong terciptanya prestasi akademik yang lebih baik dan pengembangan potensi siswa secara menyeluruh. 

           MA Almaarif Singosari, sebagai lembaga pendidikan yang peduli terhadap perkembangan siswa, terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Salah satu kunci keberhasilan yang ditekankan adalah optimalisasi sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana yang memadai bukan hanya membuat lingkungan belajar menjadi lebih nyaman, tetapi juga menjadi pondasi untuk pencapaian akademik yang lebih baik.

    Pembaruan infrastruktur dan fasilitas merupakan langkah pertama dalam perjalanan optimalisasi ini. Evaluasi mendalam terhadap kebutuhan infrastruktur akan membantu mengidentifikasi area-area yang memerlukan perbaikan segera. Renovasi ruang kelas, pengadaan peralatan laboratorium yang modern, serta perluasan fasilitas olahraga menjadi prioritas utama untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

    Selain itu, partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk guru, siswa, orang tua, dan komunitas sekolah, sangat penting. Melibatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan terkait sarana dan prasarana akan memastikan bahwa solusi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan dan harapan semua pihak.

    Penggunaan teknologi juga menjadi bagian integral dalam optimalisasi ini. Solusi teknologi, seperti perangkat lunak manajemen sekolah dan sistem keamanan pintar, dapat membantu dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan sarana dan prasarana. Dengan demikian, teknologi tidak hanya meningkatkan efektivitas, tetapi juga memungkinkan pengelolaan yang lebih terstruktur dan terukur.

    Dalam keseluruhan, upaya optimalisasi sarana dan prasarana di MA Almaarif Singosari adalah investasi dalam masa depan pendidikan. Dengan memperbaiki, memperbarui, dan mengelola dengan baik sarana dan prasarana, sekolah ini bukan hanya menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih baik, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan potensi siswa secara maksimal.

ARTIKEL NAYSHILLA BILQIS AQEELA


 

STRATEGI EFEKTIF DALAM MEMPERTAHANKAN KEBERSIHAN KELAS DAN MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA DI MA ALMAARIF SINGOSARI

Dibuat oleh: Nayshilla Bilqis Aqeela

 

Disiplin merupakan tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh dan juga menumbuhkan sikap disiplin siswa tentu membutuhkan strategi guru dalam mengimplementasikan dalam proses pembelajaran Salah satu strategi guru dalam menumbuhkan disiplin adalah dengan cara pengelolaan kelas yang efektif. Salah satu strategi guru sebagai pendidik adalah sebagai pengelola dalam kegiatan pembelajaran kelas.

Disiplin dapat diartikan sebagai sesuatu yang mendorong kita untuk melakukan perbuatan sesuai dengan aturan yang ada. Pembentukan disiplin pada siswa, dimaksudkan agar kelak mereka mampu mengatur segala kegiatannya dan berperilaku sesuai dengan norma-norma yang ditetapkan oleh kelompok atau masyarakat di mana siswa tinggal, termasuk lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.

Munculnya perilaku tidak disiplin menunjukkan bahwa pengetahuan yang  terkait dengan karakter yang didapatkan siswa di sekolah tidak membawa dampak positif terhadap perubahan perilaku siswa sehari-hari.

 Kedisiplinan akan terwujud jika kinerja guru dalam hal pengajarannya sesuai dengan standar yang berlaku di sekolah, sehingga dapat menjadi pedoman siswa. Guru harus mampu menanamkan nilai-nilai kedisiplinan bagi siswa, terutama kedisiplinan bagi dirinya sendiri dan menghilangkan kebiasaan siswa dari tindakan yang menimbulkan masalah tentang kedisiplinan.

Kebersihan yang terjaga juga berperan dalam mempromosikan kedisiplinan di antara siswa. Ketika siswa melihat bahwa ruang kelas dijaga dengan baik dan aturan kebersihan ditegakkan, ini menciptakan lingkungan yang didasarkan pada tata tertib. Siswa akan belajar menghargai batasan dan bertanggung jawab atas perilaku mereka. Mempromosikan kedisiplinan dalam hal kebersihan adalah langkah awal menuju menciptakan pemahaman tentang disiplin secara umum.

Menjaga kebersihan dalam kelas memiliki manfaat yang signifikan bagi siswa. Dalam lingkungan yang bersih, siswa dapat tetap sehat dan fokus pada belajar. Hal ini juga berkontribusi pada perkembangan tanggung jawab dan kedisiplinan mereka. Sebagai pendidik, penting bagi kita untuk mengajarkan siswa tentang pentingnya kebersihan dan memberikan contoh yang baik dalam menjaga lingkungan belajar yang optimal.

 

Kebersihan di MA ALMAARIF SINGOSARI mungkin kurang diperhatikan seperti sampah yang berserakan dimana-mana, Bak sampah yang penuh, bahkan WC yang kurang besih. Sebagai tempat memperoleh pendidikan, lingkungan sekolah harus mendukung semua aktivitas agar dapat membuat kita makin betah dan bersemangat. Lingkungan sekolah yang bersih merupakan hal dasar bagi warga sekolah untuk mendapatkan kenyamanan dalam beraktivitas. Kebersihan merupakan hal utama bagi kesehatan, artinya kebersihan tersebut menunjukkan bahwa lingkungan dalam kondisi baik.

Menurut Ki Hajar Dewantara, sekolah adalah taman. Taman berarti tempat bermain yang menyenangkan, menggembirakan di mana anak-anak senang melakukan sesuatu yang disukainya. Taman yang indah didukung dengan lingkungan yang bersih. Sesuai peribahasa yang sering kita dengar, "Bersih pangkal sehat" maka dari itu perlu kesadaran untuk kita berperilaku bersih dan sehat. Menurut Hasibuan (2012), "Kesadaran adalah sikap seseorang yang secara sukarela menaati semua peraturan dan sadar akan tugas dan tanggung jawabnya."

Lingkungan sekolah yang bersih tentu membuat semua orang pasti akan suka melihatnya. Maka dari itu tanamkan kesadaran siswa di sekolah agar selalu bisa menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan toilet supaya juga bisa terhindar dari penyakit-penyakit. Hal tersebut tidak luput juga partisipasi kita semua dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah tersebut. Dengan dilakukannya hal itu maka akan membuat lingkungan sekolah menjadi lebih nyaman bagi warga sekolah saat melakukan kegiatan pendidikan dan pembelajaran.

 

MAKALAH HALWA NUR IZZA DAN NUR AZHARINA

 

 

KEBIASAAN BOLOS SEKOLAH

SISWA MA ALMAARIF SINGOSARI

 



 

Disusun oleh:

1.Nur Azharina

2. Halwa Nur Izzah

 

 

 

 

KELAS XI IPS 2

MADRASAH ALIYAH ALMAARIF SINGOSARI

MARET 2024

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Atas berkat dan rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan proposal penelitian ini.Adapun tujuan dari penulisan proposal penelitian ini adalah untuk memberikan solusi kepada para siswa dari masalah-masalah yang sering terjadi di lingkungan sekolah.

Tugas ini ditujukan untuk memenuhi tugas sekolah. Selain itu,saya mengucapkan Terima kasih kepada Bapak Indra Nurdianto S.Pd,M.Pd selaku guru Bahasa Indonesia kelas XI IPS 2 yang telah memberikan tugas ini. Mohon maaf apabila ada beberapa kata yang salah. Oleh karena itu saya mengharapkan kritik dan saran untuk menyempurnakannya karya tulis ilmiah saya ini. Saya mengharapkan semoga karya tulis ini dapat memberikan manfaat yang baik khususnya untuk saya dan umumnya pembaca.

 

 

 

 

Malang, 30 Maret 2024

Penyusun

 

                                                                                                                                  

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR  ................................................  i  

DAFTAR ISI  .............................................................. ii 

 

BAB I PENDAHULUAN  ............................................  

A.    Latar Belakang  ................................................. 3

B.    Rumusan Masalah  ............................................ 3 

C.    Tujuan Penulisan  ............................................. 3

BAB II PEMBAHASAN  ..............................................

A.    Pengertian bolos sekolah.............................................. 4

B.    Faktor yang mempengaruhi bolos sekolah ....... 4

C.    Dampak akibat bolos sekolah ........................... 5

D.    Solusi untuk mengatasi bolos sekolah .............. 5

 

BAB III PENUTUP  .................................................................

A.    Kesimpulan  ...................................................... 6

B.    Saran  ................................................................ 6

DAFTAR RUJUKAN  .................................................. 7

                                                                              

 

             

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

      Pendidikan adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk mencapai Indonesia yang adil dan makmur. Siswa sebagai sumber daya manusia masa depan bangsa perlu disiapkan untuk menjawab harapan-harapan tersebut. Tanpa adanya peraturan, tidak hanya siswa, tetapi guru juga dapat menampakkan perilaku yang tidak sejalan dengan norma-norma pendidikan dan pembelajaran. Karenanya disiplin sangat perlu dalam proses belajar mengajar, karena disiplin dapat membantu kegiatan belajar, dapat menimbulkan rasa senang untuk belajar dan meningkatkan hubungan sosial. Sekolah dapat membuat kebijakan tertentu dalam bentuk aturan. Tata tertib sekolah menurut Nawawi dalam Hadianti, L. S. (2017) mencakup beberapa aspek, yaitu: 1) Tugas dan kewajiban, baik dalam kegiatan intra kulikuler maupun ekstra kurikuler; 2) Larangan-larangan bagi para siswa; 3) Sanksi-sanksi bagi para siswa . Tata tertib sekolah bukan hanya sekedar kelengkapan dari sekolah, tetapi merupakan kebutuhan yang harus mendapat perhatian dari semua pihak yang terkait, terutama dari pelajar atau siswa itu sendiri.

      Di lingkungan sekolah masih banyak para siswa yang sering melanggar peraturan sekolah,salah satunya di MA Almaarif Singosari. Beberapa pelanggaran yang dilakukan diantaranya; terlambat masuk sekolah, bolos sekolah, bolos pelajaran, dsb. Dalam makalah ini kami akan meneliti salah satu permasalahan yang kerapkali terjadi di sekolah yaitu kebiasaan bolos sekolah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat terutama bagi siswa untuk menghilangkan kebiasaan bolos sekolah.

 

1.2 Rumusan Masalah

 1. Apa saja faktor yang menyebabkan siswa bolos sekolah/pelajaran?

 2. Dampak akibat siswa bolos sekolah?

 3. Solusi mengatasi masalah tersebut?

 

1.3 Tujuan Penulisan

 1. Untuk meneliti penyebab siswa bolos sekolah

 2. Untuk mengetahui dampak akibat siswa bolos sekolah

 3. Untuk mencari solusi yang tepat menangani masalah ini

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Bolos Sekolah

Menurut Setyowati (2004:69) bahwa pengertian membolos adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh siswa dalam bentuk pelanggaran tata tertib sekolah atau meninggalkan sekolah pada jam pelajaran tertentu, meninggalkan pelajaran dari awal sampai akhir guna menghindari pelajaran efektif tanpa ada keterangan yang dapat diterima oleh pihak sekolah atau dengan keterangan palsu.Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa membolos adalah suatu tindakan atau perilaku siswa yang tidak masuk sekolah dengan alasan yang tidak jelas, atau bisa diartikan ketidakhadiran dengan alasan tidak jelas, serta siswa yang meninggalkan jam-jam pelajaran tertentu tanpa izin dari pihak guru yang bersangkutan.

 

2.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Bolos Sekolah

Menurut Setyowati (2004:72) beberapa masalah yang dihadapi siswa yang membolos antara lain:

1.Adanya perasaan tidak nyaman

2.Mempunyai musuh di sekolah

3.Tidak suka dengan beberapa mata pelajaran yang dianggap tidak penting atau tidak di sukai

4.Merasa tertinggal dalam pelajaran yang tidak mampu

5.Tidak suka guru yang mengajar

6.Adanya tekanan dari teman

7.Situasi sekolah yang tidak mendukung untuk belajar

8.Memang karena tidak berminat untuk bersekolah

 

Lingkungan sekolah yang kurang baik dapat menjadi sumber timbulnya kebiasaan membolos seperti suasana kelas kurang menyenangkan, sikap guru yang kurang baik, hubungan antar siswa kurang baik, lingkungan sekolah yang kurang baik, materi pelajaran yang kurang menarik dan sebagainya.Dan dari beberapa faktor diatas dapat disimpulkan bahwa faktor dari perilaku membolos yaitu intern atau yang bersumber dari dirinya sendiri, dan faktor ekstern atau faktor yang bersumber dari lingkungan sekitarnya.

 

 

2.3 Dampak Akibat Bolos Sekolah

1.Ketinggalan materi pelajaran

2.Tidak dapat memahami pelajaran dengan baik

3.Mendapat nilai yang tidak maksimal

4.Absen banyak yang alpha

5.Masuk sidang pleno

6.Mendapat kemungkinan tidak naik kelas

7.Dikeluarkan dari sekolah

8.Mendapat masalah di rumah

 

2.4 Solusi Untuk Mengatasi Bolos Sekolah

Jika dilihat dari faktor-faktor yang mempengaruhi siswa bolos sekolah,solusi yang tepat bukan hanya ditujukan kepada siswa saja melainkan juga dengan lingkungannya, orang tuanya sekaligus temannya. Siswa bolos sekolah bisa dipengaruhi oleh lingkungan keluarganya yang kurang harmonis, kurangnya perhatian dari orang tuanya, pergaulan dengan teman yang kurang baik dan masih banyak lagi. Maka, solusi yang tepat menurut penelitian adalah :

1.Melakukan pendekatan pada siswa

2.Bertanya alasan siswa membolos

3.Mengenali teman-temannya,lingkungan serta keluarganya

4.Menghubungi orang tuanya

5.Sajikan materi pelajaran yang menarik dan menyenangkan

6.Ciptakan suasana harmonis antara siswa dan guru

7.Memberikan pemahaman manfaat belajar

8.Memberikan motivasi pada siswa

 

 

BAB III

PENUTUPAN

 

3.1 Kesimpulan

Kebiasaan bolos sekolah merupakan kebiasaan yang buruk dan tidak sepatutnya dilakukan oleh para siswa. Sebab ditinjau dari dampaknya saja siswa mendapat banyak kerugian. Kebiasaan membolos merupakan titik awal perubahan seseorang ke arah yang kurang baik, karena selama aktivitasnya siswa cenderung melakukan hal-hal yang kebermanfaatannya minim bahkan mengarah pada hal-hal negatif. Karena itu, permasalahan membolos yang dilakukan oleh para siswa perlu mendapat perhatian yang lebih dari semua pihak dalam upaya menciptakan generasi muda yang kompeten sehingga tercapai bangsa Indonesia yang maju dan berkembang kearah yang lebih baik.

3.2 Saran

1. Untuk Guru

a. Lebih konsisten terhadap aturan yang berlaku dan aturan yang  diberlakukan oleh guru itu sendiri di dalam kelasnya, agar tidak timbul pemikiran kurang baik dari para siswa.

b. Harus melihat situasi dan kondisi siswa serta lingkungannya ketika akan memberikan suatu sanksi atas pelanggaran yang siswa lakukan, jangan sampai pemberian sanksi yang pada hakikatnya bertujuan agar pelaku tidak melakukan perbuatannya dikemudian hari malah membuat pelaku lebih berontak.

c. Guru harus lebih banyak menguasai metode mengajar serta kreatif dalam pelaksanaan belajar mengajar dikelas dan bisa menciptakan suasana yang nyaman, asik, dan tidak membuat para siswa jenuh.

2. Untuk Siswa

a. Lebih pintar dalam memilih rekan sepermainan.

b. Bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk untuk dirinya, baik untuk dimasa sekarang ataupun untuk masa yang akan datang dilihat dari dampaknya.

c. Harus lebih memperkuat pengawasan diri agar tidak mudah terpengaruh oleh pengaruh negatif yang ada dilingkungan sekitar dia berada.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Anggraeni Widiastuti, S.Psi (2020, Agustus 7). RadarSemarang.Id: Menerapkan Disiplin di         Sekolah dengan Tata Tertib. Diakses pada 30 Januari 2023 melalui            https://radarsemarang.jawapos.com/artikel/untukmu-guruku/2020/08/07/menerapkan-disiplin-di-sekolah-dengan-tata-tertib/

Jejak pendidikan (2004), Pengertian Perilaku Membolos. Diakses pada 31 Januari 2023 melalui http://www.jejakpendidikan.com/2017/04/pengertian-perilaku-membolos.html?m=1

Jejak pendidikan (2004), Faktor-faktor Penyebab Membolos. Diakses pada 31 Januari 2023 melalui http://www.jejakpendidikan.com/2017/04/faktor-faktor-penyebab-membolos.html?m=1

Rijal (2019, Juli 16). Berbagi Ilmu: 12 Cara Menangani Siswa yang Sering Bolos Sekolah. Diakses pada 31 Januari 2023 melalui https://www.rijal09.com/2019/07/cara-menangani-siswa-yang-sering-bolos-sekolah.html?m=1

Matra pendidikan (2014), Cara Mengatasi Siswa Bolos Belajar. Diakses pada 31 Januari 2023 melalui https://www.matrapendidikan.com/2014/06/cara-mengatasi-siswa-bolos-belajar.html?m=1

 

 

 

ARTIKEL MAHMUDYAH NUR KARTIKA DAN SEPTI ALYA ULFADTUZA

 

FAKTOR KETERLAMBATAN SISWA

DI LINGKUNGAN MA ALMAARIF SINGOSARI

Oleh: Mahmudyah Nur Kartika dan Septi Alya Ulfadtuza

 

Faktor Keterlambatan Siswa MA ALMAARIF SINGOSARI

Keterlambatan siswa masuk ke sekolah merupakan masalah yang sering terjadi di banyak institusi pendidikan. Keterlambatan ini dapat berdampak negatif pada proses belajar-mengajar dan prestasi akademik siswa. Berikut adalah beberapa faktor utama yang dapat menyebabkan keterlambatan siswa:

1. Manajemen Waktu yang Buruk

   Banyak siswa yang kurang terampil dalam mengelola waktu mereka dengan baik. Mereka mungkin terlalu lama bersiap-siap di pagi hari, terlambat bangun, atau menghabiskan terlalu banyak waktu untuk aktivitas lain sebelum berangkat ke sekolah.

2. Transportasi yang Tidak Memadai

   Siswa yang bergantung pada transportasi umum atau orang tua untuk pergi ke sekolah dapat mengalami keterlambatan jika terjadi kemacetan lalu lintas, kerusakan kendaraan, atau masalah lainnya.

4. Kurangnya Motivasi dan Disiplin

   Siswa yang kurang termotivasi untuk belajar atau yang memiliki masalah disiplin mungkin tidak menganggap keterlambatan sebagai masalah yang serius dan cenderung mengabaikannya

 

Untuk mengatasi masalah keterlambatan siswa, sekolah dapat menerapkan beberapa strategi, seperti:

- Memberikan edukasi tentang manajemen waktu yang baik

- Memperbaiki sistem transportasi atau menyediakan opsi alternatif

- Meningkatkan motivasi dan disiplin siswa melalui program-program yang menarik

Dengan memahami faktor-faktor penyebab dan menerapkan strategi yang tepat, sekolah dapat membantu mengurangi masalah keterlambatan siswa dan meningkatkan keberhasilan akademik mereka.

 

Pada akhirnya, mengatasi masalah keterlambatan siswa MA ALMAARIF SINGOSARI membutuhkan komitmen dan kerja sama dari semua pihak terkait. Dengan memahami akar permasalahannya dan menerapkan strategi yang tepat, sekolah dapat membantu siswa mengembangkan kebiasaan disiplin dan tanggung jawab yang akan bermanfaat bagi masa depan mereka.

 

Disiplin waktu adalah kunci menuju kesuksesan. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama menanamkan nilai-nilai ini sejak dini, sehingga generasi muda kita dapat tumbuh menjadi pribadi yang unggul dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

 

Waktu adalah harta yang tak ternilai. Dengan memanfaatkannya dengan bijak, siswa tidak hanya dapat menghindari keterlambatan, tetapi juga mencapai prestasi akademik yang membanggakan. Upayakan yang terbaik, dan masa depan yang cerah akan terbentang di hadapan kita.

MAKALAH AHMAD NABIL HUSAIN

 

Krisis Efektivitas Pendidikan di Sekolah MA Almaarif

  

 MAKALAH

 

 

 



 

 

 

 

 

Ditulis oleh

AHMAD NABIL HUSAIN

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Krisis Efektivitas Pendidikan di Sekolah MA Almaarif”.

  Dalam penyusunan skripsi, penulis tak lepas dari pihak-pihak yang telah membantu dari awal hingga skripsi dapat terselesaikan dengan baik. Oleh sebab itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada:

1. Abdul Kadir, M.H selaku Kepala Sekolah MA Almaarif.

2. Indra Nurdianto, M.Pd, selaku Guru Bahasa  Indonesia.

3. Kedua orangtua saya yang tiada henti memberikan doa dan dukungan.

4. Teman-teman MA Almaarif  yang namanya tidak bisa disebutkan satu per satu. Terima kasih sudah memberikan kesan, motivasi, dan banyak cerita selama perkuliahan.

 Kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari pembaca dan dari berbagai pihak demi komplet makalah ini di masa  depan. Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami sebagai penulis dan bagi pembaca pada umumnya.

 

Malang, 30 Maret 2024

 

 

Penyusun

 

 

 

  

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR  ................................................  i  

DAFTAR ISI  .............................................................. ii 

 

BAB I PENDAHULUAN  ............................................  

A.    Latar Belakang  ................................................. 1

B.    Rumusan Masalah  ............................................ 2

C.    Tujuan Penulisan  ............................................. 2

BAB II PEMBAHASAN  ..............................................

A.     Krisis Efektivitas Pendidikan di Sekolah MA Almaarif...................................................................................... 3

B.     Mengatasi Kelamahan dan Tantangan di Sekolah ............................................................. 4

C.    Solusi Mencegah kelemahan di Sekolah .......... 5

BAB III PENUTUP  .................................................................

A.    Kesimpulan  ...................................................... 5

B.    Saran  ................................................................ 5

DAFTAR RUJUKAN  .................................................. 6


 

BAB Ⅰ

PENDAHULUAN

 

  1. 1.        Latar Belakang Masalah 

    Efektivitas pembelajaran merupakan suatu pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk dapat belajar dengan mudah, menyenangkan, dan dapat mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan harapkan oleh seorang guru. Pembelajaran yang sering terjadi di kelas masih didominasi guru, sehingga pembelajaran yang dilakukan di kelas kurang efektif, pencapaian efektivitas pembelajaran diperlukan sebuah strategi pembelajaran yang tepat sesuai kondisi siswa.

     Kondisi siswa dalam proses pembelajaran memegang hal penting dalam pencapaian hasil yang optimal sehingga dibutuhkan strategi yang sesuai dengan kondisi siswa agar tujuan dari pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Saat ini masih banyak guru yang menggunakan metode konvensional atau metode ceramah, siswa hanya sebagai pendengar yang setia dan tidak bisa aktif dalam proses pembelajaran, hal ini didukung oleh pernyataan dari Wina Senjana (dalam Tjipto Subadi, 2013) yang menyatakan strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.

     Kedudukan strategi pembelajaran discovery merupakan salah satu upaya untuk mempertinggi proses interaksi guru dan siswa. Guru memberi beberapa petunjuk kepada siswa untuk membantu siswa menghindari jalan buntu, guru memberi pertanyaan atau mengungkapkan dilema yang membutuhkan pemecahan,penyediaan materi yang sesuai dan menarik, serta meningkatkan kemampuan siswa untuk mengemukakan pendapat dan berfikir kritis. Melalui penggunaan strategi snowball throwing diharapkan dapat mempertinggi kualitas proses belajar mengajar yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kualitas hasil belajar siswa dan tujuan pembelajaran dapat 1 2 tercapai.

     Snowball Throwing atau yang sering dikenal dengan Snowball Fight merupakan pembelajaran yang diadopsi pertama kali dari game fisik dimana segumpal salju dilempar dengan maksud memukul orang lain (Miftahul Huda, 2013). Guru saat melakukan proses pembelajaran harus mampu menciptakan pengelolaan kelas yang kondusif agar siswa tertarik dalam mengikuti pelajaran IPS. Pengelolaan kelas yang tidak kondusif akan berdampak negatif pada proses pembelajaran dan sulitnya tercapai tujuan pembelajaran IPS dan sebaliknya.

     Indikator kelas yang kondusif dibuktikan dengan giat dan asyiknya siswa belajar dengan penuh perhatian mendengarkan penjelasan dari guru yang sedang memberikan bahan pelajaran. Namun pada kenyataannya siswa kurang memperhatikan guru saat menyampaikan materi pelajaran, banyak siswa yang sibuk sendiri dan gaduh saat guru menyampaikan materi pelajaran. Hal ini disebabkan karena strategi pembelajaran yang digunakan kurang tepat dan efektif saat melakukan pembelajaran IPS pada materi keunggulan iklim di Indonesia.

    Sekolah MA Almaarif merupakan lembaga pendidikan ternama yang telah memberikan pendidikan berkualitas kepada siswanya selama beberapa tahun. Sekolah ini dipuji karena metode pengajarannya yang inovatif dan komitmennya terhadap keunggulan akademik. Namun, untuk menentukan efektivitas program pendidikan sekolah, penting untuk melakukan analisis kritis terhadap kurikulum, metode pengajaran, dan kinerja siswa. Esai ini akan memberikan analisis rinci tentang efektivitas pendidikan di Sekolah MA Almaarif, menyoroti bidang kekuatan dan kelemahan, dan menawarkan rekomendasi untuk perbaikan.

    Kurikulum adalah tulang punggung dari setiap program pendidikan, dan penting untuk menyelaraskannya dengan tujuan pembelajaran di sekolah. Kurikulum di MA Almaarif School dirancang untuk membantu siswa mencapai keunggulan akademik, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, dan menjadi warga negara yang bertanggung jawab. Namun, analisis kritis terhadap kurikulum mengungkapkan beberapa bidang kekuatan dan kelemahan. Salah satu kelebihan kurikulum adalah keselarasan dengan standar nasional dan internasional.



1.2  RUMUSAN MASALAH

1)    Bagaimana efektivatas bisa tercipta di MA Almaarif ?

2)    Bagaimana mengatasi kelemahan  dan tantangan efektivitas di MA Almaarif ?

3)    Bagaimana mencegah kelemahan dan tantangan efektivitas di MA Almaarif ?

 

1.3  TUJUAN PENULISAN

Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan kurikulum dengan efektivitas pembelajaran  di Sekolah MA Almaarif Singosari  Malang.

 


 

BAB Ⅱ

PEMBAHASAN

2.1 KRISIS EFEKTIVITAS PENDIDIKAN DI MA ALMAARIF

    Krisis efektivitas Pendidikan di MA Almaarif  yang mungkin terjadi di sekolah ini bisa diusahakan sebagaimana diungkapkan oleh neliti.com. Sekolah efektif adalah sekolah yang memiliki standar pengelolaan yang baik, transparan, responsibel dan akuntabel, serta mampu memberdayakan setiap komponen penting sekoiah, baik secara internal maupun eksternal, dalam rangka pencapaian visi-misi-tujuan sekolah secara efektif dan efesien.

    Maka seyogya bagi Masyarakat madrasah untuk melakukan standar pengelolaan yang baik, transparan, responsible dan akuntabe yang sesuai kurikulumldi Sekolah MA Almaarif Singosari Malang khususnya kelas sebelas IPS 2 agar tercipta sekolah efektif sebagaimana standardnya.

 

2.2 MENGATASI KELEMAHAN DAN TANTANGAN EFEKTIVAS DI MA ALMAARIF

1. Komunikasi Efektif:

    Salah satu kunci utama dalam mengatasi tantangan adalah komunikasi efektif antara bapak, ibu, dan anggota komunitas belajar.

    Membuka jalur komunikasi yang baik membantu mengidentifikasi masalah secara dini dan mencari solusi bersama.

2. Kolaborasi dan Partisipasi Aktif:

    Bapak dan ibu memiliki peran krusial dalam merangsang kolaborasi dan partisipasi aktif di dalam komunitas belajar.

    Ini dapat mencakup mengorganisir acara, proyek bersama, atau kegiatan edukatif untuk meningkatkan keterlibatan semua anggota.

3. Fleksibilitas dan Adaptabilitas:

    Bapak dan ibu perlu memiliki sikap yang fleksibel dan adaptatif menghadapi perubahan dan tantangan yang mungkin muncul dalam komunitas belajar.

    Menyesuaikan diri dengan perkembangan situasi membantu menjaga keberlanjutan kegiatan pembelajaran.

2.3 MENCEGAH KELEMAHAN DAN TANTAGAN EFEKTIVITAS MA ALMAARIF

Hal-Hal yang dapat mencegah kelemahan dan tantagan efektivitas di MA Almaarif sebagai berikut:

1. Pelatihan dan Pengembangan Guru:

    Guru memainkan peran sentral dalam pembelajaran jarak jauh. Oleh karena itu, penting untuk memberikan pelatihan dan pengembangan yang memadai kepada guru agar mereka dapat menguasai teknologi pembelajaran jarak jauh dan metode pengajaran yang relevan. Pelatihan ini harus meliputi penggunaan platform pembelajaran online, strategi pengajaran virtual, dan penilaian jarak jauh. Guru juga perlu diberikan dukungan teknis yang memadai selama proses pembelajaran jarak jauh.

 

2. Ketersediaan Materi Pembelajaran yang Beragam:

    Untuk menjaga keterlibatan dan motivasi siswa dalam pembelajaran jarak jauh, penting untuk menyediakan materi pembelajaran yang beragam dan menarik. Hal ini dapat mencakup penggunaan video pembelajaran, konten interaktif, dan sumber daya online yang relevan. Dengan menyediakan variasi dalam metode dan materi pembelajaran, siswa akan lebih terlibat dan memiliki kesempatan untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka masing-masing.

 

3. Kolaborasi dan Keterlibatan Orang Tua:

    Peran orang tua atau wali siswa sangat penting dalam mendukung pembelajaran jarak jauh. Kolaborasi antara orang tua, guru, dan siswa dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di rumah. Orang tua perlu diberikan pemahaman tentang teknologi pembelajaran jarak jauh yang digunakan dan mendukung anak-anak mereka dalam menjalani proses pembelajaran ini. Membuka saluran komunikasi yang terbuka antara sekolah dan orang tua juga penting untuk memastikan pemantauan dan evaluasi yang efektif terhadap kemajuan siswa.

 

4. Penilaian yang Komprehensif:

    Penilaian yang komprehensif dan adil adalah bagian integral dari pembelajaran jarak jauh. Guru perlu menggunakan berbagai alat penilaian yang sesuai dengan konteks pembelajaran jarak jauh, seperti tugas online, kuis interaktif, atau diskusi online. Selain itu, penilaian formatif yang berkelanjutan harus diterapkan untuk memantau perkembangan siswa sepanjang waktu dan memberikan umpan balik yang relevan. Hal ini akan membantu guru memahami kebutuhan individual siswa dan melakukan intervensi yang diperlukan.

 

5. Pengaturan Rutinitas dan Pengelolaan Waktu:

    Pembelajaran jarak jauh membutuhkan disiplin diri yang tinggi dan kemampuan untuk mengatur waktu dengan efektif. Penting bagi siswa dan guru untuk membuat jadwal rutin yang mencakup waktu belajar, istirahat, dan aktivitas fisik. Dengan adanya rutinitas yang teratur, siswa dapat menjaga motivasi dan fokus selama proses pembelajaran jarak jauh.

 

BAB

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

    Efektivas Pendidikan sudah standard dengan kurikulum yang berlaku tapi masih ada yang kurang dari beberapa bagian seperti mengatur waktu yang efektif untuk santri dan anak rumah yang masih belom bisa mengatur waktu yang Ketika jam kosong tidur dan jadwal guru yang sering jam kosong dan hanya pemberian tugas dan lain sebagainya

3.2 Saran

    Berdasarkan kesimpulan diatas maka sekolah harus lebih  membenahi beberapa bagian tersebut agar efektivas Pendidikan menjadi lebih baik dari segala bagian-bagiannya.

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA:

https://www.akurat.co/parenting/1303769662/bagaimana-bapak-ibu-mengatasi-tantangan-dan-kendala-yang-ada-di-komunitas-belajar-coba-8-tips-berikut

https://lsfdiscourse.org/krisis-pendidikan

https://kuanta.id/strategi-efektif-untuk-meningkatkan-mutu-sekolah-panduan-lengkap/

https://sman1baros.sch.id/cara-mengatasi-kesulitan-belajar/

https://www.akubelajar.id/blog/cara-untuk-meningkatkan-efektivas-pembelajaran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RESENSI AFIQ HUSNATU ZAHRA

 RESENSI NOVEL  Judul laut bercerita  Penulis:Kelas.chudori  “Laut Bercerita” adalah sebuah novel karya Leila S. Chudori yang diterbitkan p...